Sobat7.tk
Selamat datang di forum kebanggaan Angkatan 2007 Smansa Kebumen.
Silahkan register untuk yang belum bergabung, dan langsung login bagi para member untuk melihat topik-topik yang ada.
Enjoy dimanapun kalian berada selamat posting kawan!

Salam hormat,
Admin sobat7.tk
Latest topics
» Ketika Tidur Menjadi Sangat Berharga
Tue Nov 29, 2011 9:04 pm by azat_suke

» Masih hidup
Tue Nov 29, 2011 8:29 pm by azat_suke

» Friendster, sekarang dipegang Mal*ngsh*t
Thu Dec 24, 2009 7:24 am by danzie

» Hati Kecil Saya untuk Sri Mulyani
Sun Dec 13, 2009 7:25 pm by danzie

» Skandal Calon Hakim Agung
Thu Nov 12, 2009 10:49 pm by danzie

» Bukan Orang Indonesia kayaknya
Thu Nov 12, 2009 10:47 pm by danzie

» KABAR DUKA, SEDIH, SAKIT.... masuk sini...
Mon Nov 02, 2009 3:40 pm by iky eye

» kok ya kuwe baen sih
Tue Sep 29, 2009 8:14 am by iky eye

» Pengumuman
Thu Aug 13, 2009 2:04 pm by iky eye

RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 17 pada Wed Nov 02, 2011 5:52 pm
Statistics
Total 138 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah Anggi Galih Cadika

Total 6339 kiriman artikel dari user in 334 subjects

Hati Kecil Saya untuk Sri Mulyani

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Hati Kecil Saya untuk Sri Mulyani

Post by danzie on Tue Dec 08, 2009 7:55 pm

Hati Kecil Saya untuk Sri Mulyani
In Catatan Dahlan Iskan on 7 Desember 2009 at 7:18 am
Senin, 07 Desember 2009


Hati kecil saya masih berharap mudah-mudahan hasil pemeriksaan investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kasus Bank Century itu tidak seluruhnya benar. Sebab, kalau memang tidak ada yang salah, akibatnya akan sangat dramatis: kita bisa kehilangan menteri keuangan yang sangat kita banggakan. Seorang menteri, Sri Mulyani, yang reputasinya begitu hebat. Baik di dunia internasional maupun dalam mengendalikan keuangan negara. Secara internasional dia terpilih sebagai menteri keuangan terbaik di dunia dua tahun berturut-turut. Di dalam negeri dia dikenal sebagai menteri pertama yang berani mereformasi birokrasi di departemennya. Juga menteri yang sangat ketat mengendalikan anggaran negara. Bahkan, dialah satu-satunya menteri yang berani minta berhenti ketika ada gelagat pemerintah akan membela seorang konglomerat yang dia anggap tidak seharusnya dibela.

Hati kecil saya masih berharap, mudah-mudahan ada yang tiba-tiba mengatakan: kesimpulan BPK itu diperoleh dengan cara kerja yang kurang benar. Maka kita tidak akan kehilangan menteri keuangan yang pandainya bukan main itu. Pandai dalam ilmunya, pandai dalam menjelaskan pikirannya, dan pintar bersilat kata. Saya melihat kecepatan berpikirnya sama dengan kecepatan bicaranya. Kalau lagi melihat cara dia mengemukakan pikiran, seolah-olah otak dan bibirnya berada di tempat yang sama.

Hati kecil saya masih berharap, mudah-mudahan ada orang yang tiba-tiba menemukan data bahwa BPK telah salah ketik. Maka, kita tidak akan kehilangan menteri yang mampu rapat dua hari dua malam nonstop untuk menyelamatkan keuangan negara. Rapat itu tidak boleh berhenti karena lengah sedikit berakibat pada kebangkrutan ekonomi nasional. Rapat itu tentu melelahkan karena angka-angkalah yang akan terus berseliweran. Angka-angka yang rumit: kurs, suku bunga, devisa, likuiditas, rush, neraca perdagangan, stimulus, dan seterusnya. Angak-angka itu saling bertentangan, tapi menteri tidak boleh memilih salah satunya. Dia harus membuat keputusan yang harus memenangkan semua angka yang saling merugikan itu. Padahal, dia baru saja tiba dari Washington, AS, untuk berbicara di forum KTT G-20 yang amat penting itu. Di Washington dia tahu bahayanya ekonomi dunia. Tapi, dia mampu memikirkan keuangan internasional sekaligus keuangan nasional dalam waktu yang sama di belahan dunia yang berbeda. Dia harus menghadiri KTT G-20 di Washington saat itu (kebetulan saya ikut di rombongan situ) saat rupiah tiba-tiba melonjak menjadi Rp 12.000 per dolar AS. Dia harus tampil cool di forum dunia yang Singapura pun tidak boleh ikut di dalamnya itu sambil tegang bagaimana harus mengendalikan rupiah yang sudah membuat warga negara Indonesia panik semuanya.

Dialah menteri yang datang ke Washington hanya untuk mengemukakan pikiran briliannya dan harus langsung kembali ke tanah air pada hari yang sama untuk mencurahkan perhatian pada ekonomi yang hampir bangkrut itu.

Hati kecil saya masih berharap, mudah-mudahan ada orang yang mengatakan bukan dia yang harus bertanggung jawab. Tapi, ada pihak lainlah yang harus mendapat hukuman. Kalau tidak, kita akan kehilangan seorang menteri yang di saat ibu kandungnya, Prof Dr Retno Sriningsih Satmoko, sedang sakit keras menjelang ajalnya, dia tidak bisa menengok sekejap pun. Dia memilih mencurahkan segala pikiran, tenaga, dan emosinya untuk menyelamatkan ekonomi bangsa ini. Dia tidak bisa menjenguk ibu kandungnya yang jaraknya hanya 45 menit penerbangan di Semarang sana. Dia harus mencucurkan air mata untuk dua kesedihan sekaligus: kesedihan karena ibundanya berada di detik-detik akhir hidupnya dan kesedihan melihat negara dalam bibir kehancuran ekonomi. Dua-duanya tidak bisa ditinggal sedetik pun. Rupiah lagi terus bergerak hancur dan detak jatung ibunya juga lagi terus melemah. Dan, Sri Mulyani memilih menunggui rupiah demi nyawa jutaan orang Indonesia.

Maka hati kecil saya masih berharap ada data di kemudian hari bahwa kebijaksanaan itu sendiri tidak salah. Sebab, sebuah kebijaksanaan bisa diperdebatkan salah benarnya. Saya masih berharap yang salah itu dalam pelaksanaan kebijaksanaannya. Yakni, saat mendistribusikan uangnya yang Rp 6,7 triliun itu. Dan saya sangat-sangat yakin dia tidak mendapatkan bagian serupiah pun.

Maka saya sangat bersedih karena sampai hari ini belum ada satu pihak pun yang berhasil mengatakan bahwa hasil pemeriksaan BPK itu salah. Belum ada yang membantah bahwa hasil pemeriksaan BPK itu keliru. Semua masih mengatakan, hasil pemeriksaan BPK itu menunjukkan bahwa dia bersalah dalam mengambil keputusan. Dan hukum harus ditegakkan. (*)

http://dahlaniskan.wordpress.com/2009/12/07/hati-kecil-saya-untuk-sri-mulyani/

info penulis : http://id.wikipedia.org/wiki/Dahlan_Iskan

_________________

danzie
Sobat Sejati
Sobat Sejati

Number of posts : 525
Registration date : 07.05.08

http://zietux.co.cc

Kembali Ke Atas Go down

Re: Hati Kecil Saya untuk Sri Mulyani

Post by ratna on Thu Dec 10, 2009 9:32 am

aku setudju,beliau adalah salah satu sumber inspirasiku....pak budiono juga (hehe...tetep...)
agak disayangkan kenapa masalah century sukses mengacak-ngacak semua ini...

ratna
Hmmm saluut..
Hmmm saluut..

Number of posts : 226
Age : 27
Location : Sendowo.djogja
Registration date : 19.05.08

Kembali Ke Atas Go down

Re: Hati Kecil Saya untuk Sri Mulyani

Post by danzie on Sun Dec 13, 2009 7:25 pm

haha...ketauan ni si ratna...
belum bisa komentar aku...
pertama emang aku g terlalu mengenal beliau
kedua, yah masih nyimak situasi ^^, jadi belum bisa ambil kesimpulan.
tapi mungkin sedikit terbersit juga dalam pikiran.
apa ini ya yang disebut dengan KONSPIRASI

_________________

danzie
Sobat Sejati
Sobat Sejati

Number of posts : 525
Registration date : 07.05.08

http://zietux.co.cc

Kembali Ke Atas Go down

Re: Hati Kecil Saya untuk Sri Mulyani

Post by Sponsored content Today at 6:51 pm


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik